Tag Archives: teh hijau

Teh Jahe vs Teh Hijau, Mana yang Lebih Bagus untuk Imunitas Tubuh?


Jakarta

Teh jahe dan teh hijau memang dikenal dengan khasiatnya yang mampu mendukung dan menjaga imunitas tubuh. Namun, di antara keduanya, mana yang lebih baik?

Imunitas tubuh merupakan kemampuan tubuh dalam melawan bakteri dan virus penyebab penyakit. Jika imunitas tahan tubuh melemah, maka seseorang menjadi mudah terserang penyakit.

Karenanya, sistem imunitas tubuh harus selalu dijaga. Berbagai cara bisa dilakukan untuk mencapai tujuan ini, termasuk menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan-makanan berkhasiat.


Teh menjadi salah satu yang dikenal mampu meningkatkan dan menjaga imunitas tubuh karena kandungan antioksidan berupa polifenol mengurangi peradangan dalam tubuh. Antioksidan ini juga menjadi kunci utama dalam menjaga imunitas tubuh.

Kandungan vitamin dan berbagai macam senyawa, seperti senyawa anti inflamasi dan anti mikroba di dalam teh juga mampu mendukung kinerja sistem imun tubuh hingga meningkatkan kekebalan tubuh.

Di antara banyaknya jenis teh, ada dua jenis yang dikenal paling ampuh, yaitu teh jahe dan teh hijau.

Meskipun begitu, banyak orang penasaran apakah teh hijau atau teh jahe yang lebih ampuh dalam menjaga imunitas tubuh. Berikut penjelasannya seperti dilansir Times of India (05/12/2024).

Teh Jahe

1. Teh jahe kaya antioksidan

Ilustrasi teh herbalSalah satu manfaat teh jahe yaitu kandungan antioksidannya yang baik untuk imunitas. Foto: Getty Images/iStockphoto/aaboikis

Teh jahe yang dibuat dari air rebusan jahe segar ini mengandung senyawa bioaktif, seperti gingerol dan shogaol yang terkenal dengan sifat anti inflamasi dan antioksidan.

Sifat antioksidan dari jahe ini dapat mengurangi peradangan di tubuh dan penting menjaga sistem kekebalan tubuh agar berfungsi dengan baik. Pasalnya, peradangan kronis dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi bakteri, atau virus.

Antioksidan pada teh jahe juga mampu menetralkan tubuh dari paparan radikal bebas, mengurangi stress oksidatif, dan melindungi sel dari kerusakan.

2. Nutrisi lain dari teh jahe

Teh jahe yang sehatkan pencernaanTeh jahe juga menawarkan beragam nutrisi dan manfaat lainnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/

Selain manfaat antioksidan, teh jahe juga terkenal dengan efek kehangatannya yang mampu mengatasi gejala sakit tenggorokan hingga nyeri tubuh.

Kandungan vitamin C di dalam jahe juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sekaligus mencegah terjadinya infeksi.

3. Waktu tepat untuk minum teh jahe

Teh jahe cocok dikonsumsi ketika kamu mulai mengalami gejala flu dan batuk, seperti sakit tenggorokan atau masalah terhadap pencernaan.

Teh jahe juga bisa diminum pagi untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Bisa juga diminum rutin sebelum tidur karena dapat meningkatkan kualitas tidur dan memperkuat sistem imun.

Manfaat teh hijau dan mana yang lebih baik, bisa lihat halaman selanjutnya!

Teh hijau

1. Kandungan teh hijau

5 Manfaat Teh Gyokuro, Teh Hijau yang Mahal dan  MenyehatkanKandungan dalam teh hijau juga tidak kalah bermanfaat untuk tingkatkan imunitas tubuh. Foto: Getty Images/iStockphoto/y-studio

Di sisi lain, teh hijau juga kaya akan nutrisi dan memiliki manfaat serupa untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Teh hijau dibuat dari daun Camellia Sinesis yang menjadi sumber katekin ideal, terutama kandungan antioksidan epigallocatechin gallate (EGCG).

Teh hijau juga menjadi sumber vitamin B2 dan vitamin E yang baik, hingga mineral, seperti zinc dan selenium.

2. Manfaat teh hijau untuk sistem imunitas

Ilustrasi teh hijauTeh hijau mengandung katekin untuk tingkatkan kekebalan tubuh. Foto: Getty Images/iStockphoto/kuppa_rock

Teh hijau yang kaya akan kandungan katekin ini dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah kerusakan sel.

Di dalamnya juga terkandung antivirus dimana teh hijau dapat menghentikan replika virus sehingga mengurangi risiko infeksi.

Seperti halnya teh jahe, teh hijau juga mampu menghambat terjadinya peradangan, sehingga memberi respons baik terhadap sistem kekebalan tubuh.

Teh hijau juga mampu meningkatkan metabolisme dan dapat berperan sebagai detoksifikasi alami. Meminumnya dapat menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi risiko terjadinya masalah pada imunitas tubuh

Teh hijau cocok diminum bagi mereka yang membutuhkan manfaatnya. Teh ini punya rasa lebih ringan dan segar serta bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan dan kekebalan tubuh secara keseluruhan.

Manfaatnya lebih efektif ketika teh ini diminum secara teratur. Kurang lebih 2-4 cangkir per hari. Namun, jumlah yang tepat bisa bervariasi, tergantung toleransi individu terhadap kafein dan kondisi kesehatan tubuh.

Lantas, mana yang lebih baik?

tehTeh hijau maupun teh jahe keduanya bisa diminum sesuai kebutuhan. Foto: Getty Images/Valentyna Yeltsova

Baik teh hijau atau teh jahe sama-sama menawarkan manfaat baik bagi imunitas tubuh.

Oleh karena itu, konsumsi teh hijau dan teh jahe bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing orang.

Jika sedang berjuang melawan penyakit flu batuk atau sakit tenggorokan, teh jahe menjadi pilihan lebih baik karena sifatnya yang menghangatkan dan menenangkan.

Sedangkan teh hijau menjadi pilihan tepat ketika mencari asupan antioksidan harian dan mencari perlindungan dari stres oksidatif.

Untuk menjaga keseimbangan, kedua teh tersebut bisa diminum sehari dalam waktu berbeda. Misalnya, memulai hari dengan minum teh hijau dan minum teh jahe sebelum tidur untuk sekaligus meningkatkan kualitas tidur.

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

Teh Hijau Bagus untuk Kesehatan Otak, Tingkatkan Memori hingga Mood


Jakarta

Di antara banyaknya jenis teh, teh hijau dinobatkan sebagai salah satu jenis teh terbaik untuk tingkatkan kesehatan otak. Kenapa ya?

Menjaga kesehatan dan keoptimalan otak merupakan salah satu hal penting. Pasalnya, otak bekerja cukup banyak dan bertanggung jawab atas pikiran, emosi, dan tindakan seseorang.

Selain meningkatkan kekuatan fisik dan menjaga pola makan, kesehatan otak juga bisa dipelihara dengan mengonsumsi minuman ini. Teh rupanya memiliki dampak signifikan pada kesehatan otak. Teh juga dianggap memiliki potensi manfaat lebih dari itu.


Di antara banyaknya teh, teh hijau mendapat lebih banyak perhatian karena khasiatnya untuk otak.

Lantas, apa yang membuatnya lebih bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan otak? Melansir Eating Well (08/10/2024), berikut penjelasannya.

1. Alasan teh hijau baik untuk otak

teh hijauKandungan dalam teh hijau baik untuk tingkatkan kesehatan otak. Foto: Getty Images/kuppa_rock

Teh hijau memiliki kandungan polifenol sebagai antioksidan yang baik untuk kesehatan otak. Salah satu jenisnya adalah epigallocatechin gallate (EGCG).

Coleen Wysocki, pemilik Zest Nutrition meninjaunya dari sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang menunjukkan bahwa polifenol dapat mendukung kerja dan memori otak jangka panjang, terutama pada orang dewasa paruh baya.

Maggie Moon, seorang ahli gizi juga menyebut bahwa kandungan flavonoid di dalam teh hijau membantu sel-sel otak baru tumbuh, menjaga sel-sel otak saat ini tetap sehat, dan membantu meningkatkan aliran darah ke otak yang memelihara pusat pengaturan emosi seseorang.

Selain untuk otak, kandungan L-theanin sebagai asam amino alami di dalam teh hijau dapat meningkatkan suasana hati dan menunjukkan sifat anti-depresan dan anti-kecemasan.

Namun, penelitian ini masih menjadi sebuah indikasi terhadap teh hijau. Jika punya masalah kesehatan lainnya, lebih baik langsung berkonsultasi ke ahli medis.

2. Cara menikmati teh hijau

cara meracik es teh hijauTeh hijau bisa diminum dalam keadaan panas atau dingin. Foto: Getty Images/iStockphoto

Tak hanya berkhasiat, teh hijau juga bisa dimanfaatkan dengan mudah. Bisa langsung diseduh begitu saja atau ditambah ke dalam resep makanan. Namun, usahakan memilih teh hijau berkualitas tinggi.

Teh hijau bisa dinikmati panas atau dingin. Jika ingin menyeduhnya panas, kamu bisa menambah madu sebagai pemanis alami. Kombinasi ini cocok untuk meningkatkan kesehatan otak karena memiliki sifat anti-depresan yang meredakan stress.

Teh hijau dan madu juga punya manfaat lain, mulai dari meningkatkan kesehatan kulit, meningkatkan kekebalan tubuh, sampai mengelola diabetes.

Kamu juga bisa mengonsumsi teh hijau dalam kondisi dingin. Supaya lebih enak dan berkhasiat, bisa tambahkan daun mint. Kombinasi ini juga baik untuk mengatasi gangguan pencernaan, seperti gas, kembung, dan gangguan saluran cerna.

Cara lain untuk meningkatkan kesehatan otak bisa dibaca di halaman selanjutnya!

3. Cara lain meningkatkan kesehatan otak

Selain minum teh hijau, banyak makanan lain yang juga bisa mendukung kesehatan otak. Jika ingin mendapat manfaat maksimal, bisa diimbangi dengan mengubah pola makan.

Konsumsi makanan laut rendah merkuri, seperti salmon dan makarel. Jenis ikan ini menyediakan asam lemak omega-3 berupa DHA (docosahexaenoic acid) dan EPA (eicosapentaenoic acid) yang telah dikaitkan dengan peningkatan kognisi.

Konsumsi juga berbagai jenis buah beri karena dapat mencegah penurunan fungsi kognitif terkait usia. Buah beri juga dapat mendukung area tertentu dari fungsi kognitif dan kinerja memori.

Cokelat hitam pekat atau dark chocolate juga menjadi salah satu camilan yang disarankan. Hal tersebut karena kandungan kafein terbukti mampu mengurangi kelelahan fisik dan mental. Seperti teh hijau, dark chocolate juga mengandung flavonoid yang dapat meningkatkan konsentrasi dan daya ingat. Namun, perlu memilih dark chocolate dengan kandungan kakao setidaknya 70%.

Telur juga termasuk yang baik untuk dikonsumsi karena dikaitkan dengan pengurangan 47% dalam penyakit Alzheimer. Usahakan mengonsumsi kuning telur juga karena menjadi sumber kolin terbaik dan berkontribusi pada nutrisi lain yang dikenal dapat mendukung fungsi otak.

Meskipun teh hijau dan makanan lain bermanfaat untuk kesehatan otak, tetapi konsumsinya tetap perlu dibatasi.

Untuk teh hijau sendiri, lebih baik membatasi konsumsinya sebanyak 2-3 cangkir per hari. Jika berlebihan, bisa sebabkan sensitivitas kafein, kerusakan hati, sampai peningkatan tekanan darah.

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

10 Minuman yang Bikin Awet Muda, Bagus Dikonsumsi Tiap Pagi


Jakarta

Mengawali hari, kamu tak hanya bisa menyeruput kopi atau teh. Coba konsumsi minuman yang bikin awet muda ini. Ada jus tomat, air kelapa, sampai air lemon.

Tampilan awet muda menjadi dambaan setiap orang, terutama wanita. Wajah akan terlihat kencang, cerah, dan tanpa keriput.

Kondisi ini tak hanya bisa digapai dengan perawatan dari luar, tapi juga konsumsi makanan dan minuman bernutrisi tepat. Apa saja daftarnya?


Berikut 10 minuman yang bagus dikonsumsi tiap pagi untuk tampilan awet muda:

1. Teh hijau

Mengutip Times of India, teh hijau kaya akan katekin atau jenis antioksidan yang membantu melawan radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas sendiri bertanggung jawab atas kerusakan sel-sel kulit yang memicu penuaan dini, kerutan, dan kulit kusam.

Senyawa antioksidan pada teh hijau melindungi kolagen dan meningkatkan elastisitas kulit. Senyawa ini juga dapat mengurangi peradangan dan mencegah stres oksidatif.

2. Jus bit

Jus bit kaya akan vitamin C, zat besi, dan nitrat. Nutrisi ini berkontribusi pada sirkulasi darah dan proses detoksifikasi yang lebih baik.

Sirkulasi darah yang lebih baik menandakan lebih banyak oksigen yang didapat sel-sel kulit. Artinya, kulit bisa jadi semakin cerah dan sehat.

Jus bit juga bisa meningkatkan produksi kolagen dan elastin yang bikin kulit tetap kenyal dan awet muda. Senyawa di dalamnya juga dapat mengeluarkan racun yang dapat membuat kulit Anda kusam.

3. Jus delima

Delima tak hanya cantik, tapi juga jadi salah satu ‘pejuang’ anti-aging yang paling ampuh. Kandungan punicalagin dan antosianin di dalamnya dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari, mendukung produksi kolagen, dan mempercepat regenerasi kulit.

Kandungan tersebut juga membantu menunda tanda-tanda penuaan seperti pigmentasi dan garis-garis halus. Radikal bebas pemicu penuaan juga bisa dihempas dengan segelas jus delima.

4. Susu kunyit

Susu kunyit merupakan minuman anti-inflamasi yang paling ampuh. Kurkumin, senyawa aktif dalam kunyit, membantu melawan peradangan kronis, yang merupakan salah satu pemicu terbesar penuaan.

5. Jus tomat

Ilustrasi jus tomatIlustrasi jus tomat Foto: Getty Images/iStockphoto/burakkarademir

Kandungan antioksidan pada jus tomat seperti likopen, vitamin C, dan beta-karoten bisa mencegah penuaan kulit. Nutrisi ini membantu melawan radikal bebas, mengurangi stres oksidatif, dan melindungi sel-sel kulit dari penuaan dini.

Likopen, khususnya, punya kemampuan untuk meningkatkan produksi kolagen dan bertindak sebagai tabir surya alami dari dalam. Likopen juga bisa mencegah kerutan, garis-garis halus, dan kulit kusam.

Minum jus tomat secara teratur dapat membuat kulit tampak awet muda, mengencangkan pori-pori, dan memperbaiki tekstur kulit secara menyeluruh.

6. Jus lidah buaya

Mengutip Yahoo, kandungan antioksidan seperti vitamin C dan E, serta enzim dan polisakarida dalam lidah buaya dapat membantu meningkatkan produksi kolagen. Dengan begitu, elastisitas kulit bisa meningkat.

Jus lidah buaya juga dapat membantu melembapkan dan menenangkan kulit, sekaligus mengurangi tanda-tanda penuaan.

7. Jus wortel

Antioksidan dalam jus wortel seperti vitamin C dan E dapat melindungi kulit dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas serta mengurangi kerutan dan tanda-tanda penuaan lainnya.

Jus wortel juga mengandung beta-karoten yang tinggi. Kandungan ini dapat meningkatkan kesehatan kulit dan memberikan cahaya alami.

8. Air kelapa

Kaya akan kalium dan elektrolit, air kelapa membantu menjaga hidrasi optimal yang penting untuk kulit dengan mengurangi garis-garis halus.

Minuman ini juga dapat melembapkan kulit dan menyediakan nutrisi penting seperti kalium serta magnesium.

9. Smoothie beri

Semua jenis buah beri kaya akan vitamin dan antioksidan. Buah ini ampuh dalam melawan radikal bebas dan meningkatkan produksi kolagen.

Selain itu, kandungan serat yang tinggi pada buah beri juga membantu proses detoksifikasi tubuh. Hal ini dapat menghasilkan kulit yang lebih bersih dan bercahaya.

10. Air lemon

Air lemon kaya akan vitamin C dan dapat membuat kulit lebih bercahaya. Vitamin ini juga membantu proses detoksifikasi yang membuang racun untuk membuat kulit lebih cerah.

Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “10 Minuman Ini Bisa Bikin Wajah Kamu Tetap Awet Muda Meski Menua”

(yms/adr)



Sumber : food.detik.com

Ilmuwan China Ciptakan Teh Beras yang Berkhasiat dan Rendah Kafein


Jakarta

Sekelompok ilmuwan asal China berhasil menciptakan teh beras. Teknik fortifikasi nutrisi dari teh hijau membuatnya berkhasiat dengan kandungan rendah kafein.

Teh sering menjadi minuman pengganti kopi gegara dinilai lebih rendah kafein. Namun bukan berarti teh benar-benar bebas dari kafein.

Secara alami teh yang berasal dari tanaman Camellia Sinensis tetap memiliki kadar kafein. Misalnya, pada teh hijau yang populer khasiatnya. Dalam secangkir seduhan teh hijau 230 mililiter mengandung 30-50 miligram kafein.


Hal ini membuat ilmuwan asal China tergugah menciptakan teh yang tak mengurangi khasiatnya, tapi tanpa kafein. Melansir South China Morning Post (2/6) sekelompok ilmuwan berusaha merekayasa beras dan biji-bijian yang difortifikasi dengan nutrisi dari teh hijau.

Menikmati Teh Premium hingga Teh Ceremonial di Tea RoomIlmuwan di China mencoba merekayasa teh yang tinggi katekin namun tanpa kafein. Foto: Getty Images/OLENA SAKHATSKA

Proses fortifikasi bertujuan menambahkan kandungan mikronutrien berupa katekin ke dalamnya. Mengingat katekin merupakan mikronutrien yang paling diincar dari konsumsi teh hijau tetapi banyak penggunanya yang juga khawatir dengan kandungan kafeinnya.

“Katekin, sebagai komponen antioksidan kunci pada teh yang sangat tinggi, menawarkan banyak khasiat untuk kesehatan manusia,” tulis para peneliti pada jurnal Plant Biotechnology yang dipublikasi Maret 2025.

Katekin flavonoid adalah salah satu jenis polifenol. Mikronutrien ini secara alami terbentuk pada tanaman tertentu, khususnya teh, selama proses penanaman.

Mikronutrien tersebut memiliki komponen antibakteri, antiinflamasi, serta antikanker dan mampu melindungi kesehatan kardio. Jika dikonsumsi rutin dan tepat, katekin juga dapat mengendalikan tekanan darah agar lebih stabil.

manfaat teh oolongTercetuslah teh dari beras dan biji-bijian yang difortifikasi dengan kandungan teh hijau. Foto: Getty Images/iStockphoto

Teh hijau, sebagai jenis teh dengan kandungan katekin tertinggi, sering dimanfaatkan juga untuk membantu penurunan berat badan. Banyaknya khasiat yang ditawarkan membuat ilmuwan berusaha untuk menghadirkan katekin dalam versi lebih sehat.

“Fitonutrien flavonoid esensial ini terkenal karena perannya dalam memberikan manfaat kesehatan yang unik dan konsumsinya hanya bisa didapatkan melalui teh,” lanjut para ilmuwan.

Pada teh hijau kering kadar katekinnya akan mengisi 15-30% dari berat bersih. Alasan kelompok ilmuwan tersebut ingin menghilangkan kandungan kafein dan hanya mengambil katekinnya saja untuk meminimalisir beberapa efek samping.

Sebagaimana diketahui bahwa kafein, bagi orang-orang yang sensitif terhadap asupannya, dapat mengalami insomnia hingga jantung yang berdebar. Sehingga menyampurkannya dengan beras dan biji-bijian dianggap akan menjadi media penyimpan katekin dengan kandungan kafein yang lebih netral.

(dfl/adr)



Sumber : food.detik.com

Terlihat Sehat, Tapi… Teh Hijau Tidak untuk Dikonsumsi 5 Orang Ini


Jakarta

Teh hijau semakin banyak diminati oleh pelaku hidup sehat. Namun, tak semua orang cocok konsumsi teh hijau. Kenali kelompok orang yang berpotensi alami efek samping usai minum teh hijau.

Teh hijau dikenal menyehatkan dengan kandungan antioksidan yang tinggi. Rasanya yang cenderung ringan dan menyegarkan juga menjadi alasan lain teh hijau digemari.

Teh hijau bahkan jadi minuman andalan para pelaku diet. Ini karena kandungan senyawa katekin dan EGCG yang dapat membantu meningkatkan metabolisme, membakar lemak, dan mengendalikan nafsu makan.


Selain itu, teh hijau juga rendah kalori. Jadi, bisa menjadi alternatif minuman yang lebih sehat dibandingkan minuman manis seperti es teh, jus kemasan, atau minuman soda.

Namun konsumsi teh hijau juga perlu diwaspadai. Minuman ini tak cocok untuk semua kelompok berkat efek samping yang mungkin ditimbulkan dari senyawa kafein, tannin, dan katekin di dalamnya.

Dikutip dari Times of India (8/8/2025), inilah 5 kelompok orang yang tidak disarankan minum teh hijau, apalagi jika terlalu banyak dan diminum dalam kondisi perut kosong:

1. Orang yang punya asam lambung

Kalau kamu punya perut sensitif atau asam lambung, maka waspadai konsumsi teh hijau. Minum jenis teh ini bisa meningkatkan produksi asam lambung karena kandungan tannin-nya.

Efek sampingnya yaitu perut kembung, sembelit, hingga gejala asam lambung yang parah. Terlebih jika teh hijau dikonsumsi saat perut kosong. Jadi, disarankan minum teh hijau setelah makan atau di antara waktu makan.

2. Penderita anemia

Ilustrasi teh hijauPenderita anemia tidak disarankan minum teh hijau. Foto: Getty Images/iStockphoto/kuppa_rock

Teh hijau bisa menghambat kemampuan tubuh menyerap zat besi nonheme yang kerap ditemukan pada makanan nabati, telur, dan olahan susu. Bagi mereka yang anemia atau sudah kekurangan zat besi, maka efeknya bakal lebih buruk.

Untuk menghindari hal ini, sangat disarankan minum teh hijau di antara waktu makan. Jangan menjadikannya minuman pendamping saat makan. Jangan lupa tambahkan sumber vitamin C pada makanan untuk bantu penyerapan zat besi.

3. Ibu hamil dan menyusui

Ilustrasi Ibu Hamil SakitIbu hamil sebaiknya tidak minum teh hijau karena meningkatkan risiko keguguran. Foto: Getty Images/iStockphoto/chanakon laorob

Saat hamil dan menyusui, konsumsi banyak teh hijau tidak disarankan. Sebab asupan kafein berlebih meningkatkan risiko keguguran hingga gangguan perkembangan bayi.

Kemudian, kafein bisa ‘mengalir’ ke air susu ibu (ASI) hingga membuat anak mengalami stimulasi berlebih. Pakar menyarankan konsumsi teh hijau tidak lebih dari 2 cangkir per hari untuk para wanita yang sedang melalui fase ini.

4. Orang yang sensitif kafein

Beberapa orang mengalami kondisi sensitif akan kafein. Asupan kafein sedikit saja, bahkan bisa memicu gejala seperti jantung berdegup kencang, gelisah, hingga bergetar.

Kelompok orang ini disarankan tidak minum kebanyakan teh hijau. Satu cangkir saja cukup atau beralih ke minuman tanpa kafein atau minuman herbal. Sebagai informasi, satu cangkir teh hijau bisa mengandung 20-45 mg kafein.

5. Anak-anak

Teh hijau tidak cocok dikonsumsi anak-anak. Kafein pada teh hijau dapat memicu stimulasi berlebih pada sistem saraf anak-anak. Lalu tannin pada teh hijau dapat menghalangi penyerapan nutrisi penting, seperti protein dan lemak, yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak-anak.

(adr/adr)



Sumber : food.detik.com

7 Jenis Teh Hijau yang Bisa Bikin Lemak Luntur Lebih Cepat


Jakarta

Teh hijau bagus dikonsumsi saat diet karena mengandung senyawa yang dapat meningkatkan pembakaran lemak dan metabolisme tubuh.Dari beberapa jenisnya, ini 7 yang terbaik untuk mendukung usaha penurunan berat badan.

Teh hijau memiliki berbagai jenis, tergantung cara pengolahannya. Tiap jenis teh hijau pun punya rasa dan aroma yang spesial. Contohnya Sencha, Matcha, Gyokuro, Hojicha, hingga Genmaicha.

Pada dasarnya, semua teh hijau adalah minuman kaya antioksidan yang menyehatkan, jika dikonsumsi dengan cara yang tepat. Mengenai manfaatnya, sejak berabad-abad lalu, teh hijau terkenal dapat mendukung penurunan berat badan, meningkatkan metabolisme, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.


Teh hijau mengandung senyawa kuat seperti katekin dan polifenol yang membantu melawan penyakit kronis dan meningkatkan fungsi otak. Teh hijau dihasilkan dari tanaman Camellia sinensis.

Proses pengolahannya berbeda dari teh hitam dimana teh hijau hanya melalui sedikit oksidasi. Jadi, senyawa antioksidan berupa polifenol dan katekin-nya masih lebih banyak.

Dua senyawa itulah yang bantu mendorong metabolisme tubuh dan mendukung penurunan berat badan. Dikutip dari Times of India (12/8/2025), inilah 7 jenis teh hijau yang bikin lemak luntur lebih cepat:

1. Matcha

Matcha merupakan bubuk teh hijau yang tinggi antioksidan, terutama EGCG (Epigallocatechin gallate). Saat minum matcha, berarti kamu mengonsumsi semua bagian daunnya. Matcha tak hanya mendorong metabolisme tubuh, tapi juga mengurangi stress dan meningkatkan fokus.

Untuk membuat matcha, kamu bisa menyeduhnya dengan air panas sebagai usucha. Untuk rasa yang lebih lembut, bisa memadukannya dengan susu sapi ataupun susu nabati.

2. Sencha

Sencha adalah jenis teh hijau yang populer di Jepang. Terkenal dengan rasanya yang mirip rumput, aromanya yang lembut, dan menyegarkan. Ciri khas fisiknya, daun sencha berwarna hijau terang. Menyoal kafein, jumlahnya terbilang sedang.

Sencha bisa diseduh dengan air hangat bersuhu 70-80°C selama 1-2 menit. Minumlah rutin untuk menurunkan berat badan sekaligus mengurangi risiko kanker dan mencegah gigi berlubang.

3. Gyokuro

GyokuroFoto: Getty Images/bonchan

Gyokuro merupakan teh premium Jepang yang ditanam di bawah penghalau sinar matahari, sehingga menghasilkan kadar theanine dan kafein yang lebih tinggi. Alhasil, rasanya lebih umami dan kaya.

Gyokuro juga kerap diandalkan untuk membuat seseorang rileks dan menjernihkan pikirannya. Untuk membuat gyokuro mudah, tinggal menyeduhnya dengan air bersuhu 50-60°C selama 2 menit untuk mempertahankan rasa lembutnya.

4. Hojicha

Berbeda dengan teh hijau lain, hojicha dibuat dengan cara memanggang daun teh hijau. Jadi, rasanya lebih gosong dan mengandung kafein yang lebih rendah. Banyak orang suka minum hojicha karena aromanya yang ‘nutty’.

Minum hojicha bisa bikin tenang, mencegah penuaan, hingga mengurangi kolesterol. Menikmati hojicha mudah, tinggal merebusnya bersama air mendidih selama 30 detik sampai 1 menit.

5. Longjing

Longjing juga termasuk jenis teh hijau. Populer di China, lembaran daunnya terkenal lebih datar dan punya rasa manis ‘nutty’. Longjing atau Dragon well kaya katekin yang bantu melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif.

Minum longjing bermanfaat meningkatkan fungsi otak dan menyehatkan jantung. Longjing bisa diseduh dengan air panas bersuhu 75-80°C selama 2-3 menit.

6. Teh hijau melati

Jasmine green tea atau teh hijau melati menggabungkan bungan melati dengan teh hijau hingga menghasilkan aroma floral yang menggugah selera. Rasanya yang manis lembut disukai banyak orang Asia.

Manfaat sehat minum teh hijau melati, tak hanya membantu diet, tapi juga melawan inflamasi dan mendukung kesehatan jantung. Cara bikinnya gampang, tinggal seduh teh hijau melati menggunakan air panas bersuhu 75-80°C selama 2-3 menit.

7. Moroccan mint tea

closeup of fresh mint tea, surrounded by fresh mintFoto: iStock

Campuran teh hijau, daun mint, dan gula membuat Moroccan mint tea digemari. Biasanya dinikmati masyarakat Afrika Utara saat ada pertemuan sosial. Minuman ini melambangkan keramahtamahan, tradisi, dan kebanggaan budaya.

Minum Moroccan mint tea bisa bantu menyehatkan pencernaan, mengurangi kembung, dan mendukung imunitas tubuh. Kamu tinggal menyeduh teh hijau bersama daun mint. Tambahkan gula sesuai selera.

(adr/adr)



Sumber : food.detik.com

5 Racikan Teh Hijau Kaya Khasiat yang Bikin Lemak Cepat Luruh


Jakarta

Bingung karena selalu gagal menurunkan berat badan padahal sudah diet? Ada 5 racikan teh hijau untuk detoks yang dapat dicoba agar tubuh lebih singset.

Pola hidup sehat yang dijalankan demi tubuh lebih ideal banyak diterapkan. Mulai dari diet hingga olahraga ketat. Sayangnya, pada beberapa orang, efek diet dan olahraga tidak terlalu signifikan.

Salah satu cara lain yang dapat dilakukan ialah melakukan detoks pada tubuh. Ada beberapa asupan makanan dan minuman yang diakui ahli kesehatan ampuh untuk mendetoks tubuh.


Teh hijau yang dipadukan dengan rempah dan bahan-bahan tertentu, misalnya, bisa menjadi asupan detoks yang dikonsumsi secara rutin. Rasanya yang enak nan menyegarkan membuat pengalaman diet takkan terasa menyiksa dan membosankan.

Baca juga: Penjual Siomay UMKM Buka Suara, Sebut Fotonya Pernah Dipakai Aisyahrani

Berikut 5 racikan teh hijau untuk detoks yang dilansir melalui Times of India, (3/10):

5 Racikan Teh Hijau Kaya Khasiat yang Bikin Lemak Cepat LuruhTeh hijau dengan lemon cocok untuk membantu mengeluarkan toksin dalam tubuh. Foto: Getty Images/Aimmi8

1. Teh Hijau dengan Lemon

Racikan yang paling sederhana dan bisa dibuat di rumah adalah teh hijau dengan lemon. Lemon kaya akan vitamin C dan antioksidan yang membantu melarutkan toksin, merangsang pencernaan, serta mendukung sistem kekebalan tubuh.

Cara membuatnya pun sederhana. Cukup seduh teh hijau dalam air hangat. Kemudian siapkan setengah sampai satu buah lemon, belah tengah, peras semua jusnya hingga keluar dan habis.

Jika ingin lebih manis, kamu dapat menambahkan madu dengan jumlah yang tidak berlebihan. Racikan ini disarankan oleh ahli kesehatan untuk dinikmati saat pagi hari guna meningkatkan metabolisme tubuh.

2. Campuran Teh Hijau dan Mint

Teh hijau memiliki karakter rasa sepat yang khas. Agar aromanya lebih enak dan rasanya lebih hangat di tenggorokan dapat menambahkan daun mint.

Aroma daun mint membantu menenangkan perut dan mengurangi rasa kembung. Sementara itu daun mint tidak mengganggu khasiat teh hijau untuk mendorong metabolisme lemak tubuh.

Cara membuatnya mudah, cukup seduh teh hijau bersama beberapa helai daun mint. Racikan teh ini disarankan untuk dinikmati saat sore hari dan bisa juga sebagai tempat menikmati camilan.

3. Perpaduan dengan Jahe

Jahe memiliki sifat anti inflamasi dan mampu meningkatkan thermogenesis. Ketika thermogenesis terjadi pada tubuh, maka pembakaran kalori akan lebih maksimal. Untuk membuat racikan teh hijau dengan jahe, cukup siapkan jahe segar yang diparut maupun diiris tipis 1-2 centimeter.

Masukkan irisan jahe bersama teh hijau dan seduh dengan air panas. Diamkan selama beberapa menit hingga sari jahe keluar, kemudian teh siap dinikmati.

5 Racikan Teh Hijau Kaya Khasiat yang Bikin Lemak Cepat LuruhMenambahkan kayu manis dalam seduhan teh hijau juga dapat membuat rasanya lebih enak sekaligus menambah khasiat. Foto: Getty Images/Aimmi8

4. Kombinasi Teh Hijau-Kayu Manis

Jika kamu penikmat teh dengan aroma dan rasa yang lebih berempah, detoks dengan teh hijau juga bisa dilakukan. Caranya cukup menambahkan kayu manis ke dalam seduhan teh hijau.

Kamu dapat menggunakan kayu manis batang yang utuh maupun bubuk kayu manis yang dilarutkan dalam teh hijau panas. Kalau ingin rasanya lebih manis bisa tambahkan madu.

Racikan ini tak hanya sekadar detoks, tetapi juga dapat membantu mengurangi nafsu makan dan keinginan ngemil. Baik dalam suhu dingin maupun hangat, teh ini cukup universal untuk dinikmati kapanpun.

5. Racikan Teh Hijau dengan Timun dan Lemon

Sebelumnya racikan teh hijau dipadukan dengan lemon disarankan oleh ahli. Ternyata ada bahan lain yang juga bisa ditambahkan ke dalamnya yaitu timun.

Timun bermanfaat untuk hidrasi dan membantu membuang kelebihan air serta racun lewat urin. Caranya dengan menyeduh teh hijau, kemudian tambahkan irisan timun dan perasan lemon.

Minuman ini disarankan oleh ahli kesehatan sebagai air detoks alami. Tak hanya dinikmati saat hangat, racikan teh ini juga bisa dinikmati dengan tambahan es agar suhunya dingin.

Baca juga: Menikmati Sensasi Rasa Spanyol-Indonesia Lewat Foie Gras hingga Barramundi

(dfl/adr)



Sumber : food.detik.com

Teh Hijau Vs Kopi, Mana yang Bisa Cegah Otak Tak Cepat Pikun?


Jakarta

Dalam kesehatan otak, banyak orang telah mencoba berbagai makanan dan perubahan gaya hidup. Tetapi, satu hal terlintas dalam pikiran adalah minuman antioksidan mana yang paling ampuh untuk otak.

Kebanyakan orang percaya kopi adalah cara terbaik menyegarkan otak dan tetap fokus pada pekerjaan. Itu membantu pekerjaan tanpa merasa mengantuk sepanjang hari.

Beberapa orang mengatakan bahwa teh hijau lebih baik karena meningkatkan energi, membuang racun tubuh, dan membantu fungsi kognitif yang lebih baik. Lalu, mana yang lebih efektif?


Dikutip dari Times of India, ahli saraf Dr Robert Lowe menjelaskan manfaat dari kedua minuman tersebut.

1. Secangkir Kopi dapat Meningkatkan Kinerja Otak

Kopi lebih dari sekadar ritual pagi, tetapi bisa bermanfaat untuk otak. Bagi sebagian orang, secangkir kopi segar tanpa tambahan gula mungkin satu-satunya cara untuk memulai pagi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara teratur dikaitkan dengan penurunan penumpukan plak, yang menjadi salah satu indikator utama penuaan dan penyebab penyakit Alzheimer.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di PubMed Central, menyatakan bahwa kopi mengandung lebih dari 1.000 senyawa bioaktif. Itu termasuk kafein, polifenol, antioksidan, dan trigonelin, yang banyak di antaranya memiliki efek antiinflamasi, antioksidan, neuroprotektif, anti kanker, dan pelindung jantung.

Selain itu, kopi dapat mengurangi kemungkinan Alzheimer hingga 65 persen dan Parkinson 29 persen. Tetapi, ada pula kekurangannya yaitu dapat mengganggu penyerapan zat besi, pengobatan osteoporosis, dan beberapa antibiotik.

2. Teh Hijau Meningkatkan Kognitif yang Lebih Tenang

Teh hijau memiliki manfaat tersendiri untuk meningkatkan kinerja otak, dan juga memberikan energi yang menenangkan. Sebuah studi yang dipublikasikan dengan judul ‘Studi kohort longitudinal yang menunjukkan efek menguntungkan dari konsumsi teh hijau dan kopi dalam jumlah sedang terhadap pencegahan demensia: Studi Kesehatan Mental JPHC Saku’ menyimpulkan bahwa 2-3 cangkir teh hijau per hari secara signifikan mengurangi risiko penurunan kognitif.

Namun, hal ini hanya diamati pada individu yang lebih tua. Tidak ada efek signifikan yang ditemukan pada seluruh sampel yang mencakup orang yang lebih muda.

Ini untuk mengingatkan bahwa lebih banyak tidak selalu lebih baik. Tetapi, dosis teh hijau yang lebih tinggi (lebih dari 4 cangkir) tidak meningkatkan manfaatnya.

Menurut Robert Lowe, kopi merupakan peningkatan kognitif, terutama karena kandungan kafein yang membantu meningkatkan fokus, daya ingat, dan rentang perhatian. Kopi juga kaya polifenol, senyawa yang memberi warna gelap pada kopi, yang bermanfaat untuk kesehatan usus, mikroba usus yang terkait dengan fungsi otak.

Sementara teh hijau, selain membantu menyeimbangkan energi, minuman ini mengandung L-theanine, asam amino yang meningkatkan ketenangan dan relaksasi. Teh hijau juga ramah usus dan mengandung polifenol, seperti kopi yang mendukung kesehatan usus dan pada gilirannya menutrisi otak melalui poros usus-otak.

Kesimpulannya, kopi maupun teh hijau menawarkan manfaat yang kuat. Tetapi, kopi mungkin sedikit lebih merangsang energi, sementara teh hijau memberikan energi yang lebih halus dan lebih tenang.

Namun, pada akhirnya semua kembali ke pilihan yang nyaman untuk tubuh masing-masing.

(sao/naf)



Sumber : health.detik.com